Blog ini disusun untuk kepentingan belajar mengajar IPS SMP ( SEJARAH, EKONOMI, GEOGRAFI DAN SOSIOLOGI ) semoga bermanfaat, selamat belajar....................

Selasa, 12 Agustus 2014

WISUDA SMAN SRAGEN BILINGUAL BOARDING SCHOOL 2014

ALHAMDULILLAHIRROBBIL ALAMIIN....Akhirnya ananda tercinta "TSESAR RIZQI PRADANA" telah berhasil menyelesaikan pendidikan di SMAN Sragen Billingual Boarding School / Sragen International School / Pasiad international School....dan telah diterima di Universitas Indonesia Jurusan ilmu Komputer melalui jalur undangan / SNMPTN. Inilah gambar gambar pada saat wisuda di Hotel Novotel Solo Jawa Tengah....




Berpose setelah wisuda

Berpose bersama adik " BINTANG "

Berpose bersama ayah

Acara prosesi wisuda

Prosesi Wisuda

Prosesi oleh Kepala SMAN SBBS

Ucapan selamat dari Grand Manager SBBS "Mr Hosein Khan"

Berpose dengan Mama

Sabtu, 19 Oktober 2013

KESALAHAN YANG JARANG KITA SADARI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH

Tulisan ini saya buat untuk memberikan gambaran kepada bapak/ibu guru yang mengajarkan materi pelajaran IPS baik SD, SMP maupun SMA. Bukan bermaksud menggurui, tetapi hanya memberikan gambaran supaya pembelajaran IPS yang didalamnya ada materi Sejarah tidak terlanjur salah kaprah. Dalam pelajaran IPS kita sekarang yang diajarkan secara terpadu oleh satu orang guru ( tidak seperti kurikulum 1998 ) yang nota bene tidak semua guru IPS di sekolah punya latar belakang Pendidikan Sejarah, Beberapa kesalahkaprahan yang tidak kita sadari itu beberapa diantaranya :

A. Cara Menyebutkan Wilayah NKRI.
Pada saat membahas materi "Proklamasi Kemerdekaan dan Terbentuknya NKRI" didalamnya selalu ada materi tentang persyaratan terbentuknya sebuah negara, yaitu :
  1. mempunyai wilayah
  2. mempunyai penduduk 
  3. mempunyai pemerintahan yang berdaulat
 Persyaratan yang pertama itulah yang selama ini secara tidak kita sadari ada kesalahan pembelajaran yang telah kita lakukan. Kalau saya tanyakan kepada siswa "Manakah wilayah RI?", murid murid selalu menjawab serempak " Dari Sabang sampai Merauke!!!!! "
 Jawaban salah yang selama ini selalu kita anggap benar. Padahal bukan itu jawabannya. Kalau benar wilayah RI dari Sabang sampai Merauke, mengapa Sabah, Serawak, Brunei, Timor Leste bukan RI? padahal wilayah wilayah tersebut terletak diantara Sabang sampai Merauke.
Yang benar dalam pembelajaran sejarah kalau kita menyebutkan wilayah RI adalah Bekas Hindia Belanda bukan dari Sabang sampai Merauke. Jawaban tersebut sudah menjawab secara jelas wilayah RI. Sabah, Serawak, dan Brunei (yang wilayahnya berada di Pulau Kalimantan) bukan RI karena jajahan Inggris, Timor Leste bukan RI karena jajahan Portugis. Jawaban tersebut juga memperjelas mengapa Papua ( dulu Irian Jaya) dan NAD sah merupakan wilayah RI, karena kedua wilayah itu adalah bekas Hindia Belanda.
Itulah penyebab mengapa Yogyakarta Hadiningrat pada awal kemerdekaan tanggal 19 Agustus 1945 oleh PPKI tidak dimasukkan dalam salah salah satu wilayah Propinsi RI, karena Yogyakarta tidak pernah dijajah oleh Belanda. Yogyakarta bergabung dengan RI secara sukarela dengan kebesaran hati Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan rakyat Yogyakarta sebagai wilayah RI dengan status Daerah Istimewa tanggal 5 September 1945.

B. Tanam Paksa
Materi berikutnya adalah materi Tanam Paksa yang diajarkan pada mata pelajaran IPS SMP kelas 8 semester 1. Banyak bapak ibu guru yang menerangkan bahwa "Cultuur Stelsel" yang diusulkan oleh Van Den Bosch itu artinya tanam paksa, padahal penjelasan tersebut salah. "Cultuur" dalam bahasa bahasa Belanda apabila diartikan adalah ' Cara/Budaya", sedangkan "Stelsel" berarti menanam. Sehingga apabila diartikan secara utuh Cultuur Stelsel berarti Cara/Budaya Menanam, bukan Tanam Paksa.
Mengapa akhirnya disebut Tanam Paksa? Sebutan tanam paksa tersebut disebabkan dalam pelaksanaan Cultuur Stelsel diwarnai dengan cara cara memaksa/intimidasi, sehingga secara salah kaprah kita menyebutkan Cultuur Stelsel artinya Tanam Paksa.

 C. Nama Pendiri Indische Partij
Apabila kita menyebutkan Tiga Serangkai sebagai pendiri Indische Partij, kita selalu menyebut nama :
1. dr Cipto Mangunkusumo
2. dr Setiabudi Danurdirja ( Douwes Dekker)
3. Ki Hajar Dewantara
Nama ketiga inilah yang harusnya kita perbaiki dalam pembelajaran sejarah. Yang benar salah satu  pendiri Indische Partij adalah R.M. Suwardi Suryaningrat. Memang benar nama Ki Hajar Dewantara itu adalah nama lain dari R.M. Suwardi Suryaningrat, akan tetapi nama Ki Hajar Dewantara itu baru dikenal jauh setelah berdirinya Indische Partij. Bukankah Sejarah itu terikat oleh "Ruang dan Waktu?" Sama seperti kalau kita menyebut "Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said", bukan "Perlawanan Sultan Hamengku Buwono I dan KGPAA Mangkunegara", karena pada saat melawan Belanda beliau berdua belum mempunyai gelar tersebut. Baru setelah Perjanjian Giyanti Tahun 1755 Pangeran Mangkubumi bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono dan setelah Perjanjian Salatiga Tahun 1757 Raden Mas Said/Pangeran Samber Nyawa bergelar KGPAA Mangkunegara.

D. Peringatan Hari Besar yang salah Makna
Yang mengusik hati saya adalah peringatan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu, yang sekarang ini dimaknai sebagai bentuk pengorbanan dan kasih sayang antara Ibu dengan anak. Pada hari itu sggal erring kita melihat atau menyaksikan anak anak memberikan ucapan selamat Hari Ibu kepada Ibunya dengan memberikan bunga sebagai tanda kasih sayang. Padahal bukan itu maknanya. Tanggal 22 Desember 1928 di Jakarta diselenggarakan Kongres Wanita yang pertama kali oleh organisasi organisasi kewanitaan di Indonesia waktu itu dengan tujuan untuk ikut berpartisipasi dan membangkitkan semangat persatuan wanita dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda, bukan Kongres Wanita yang bertujuan untuk membahas kasih sayang ibu dengan anak.
Kalau menurut saya harusnya tanggal 22 Desember bukan diperingati sebagai Hari Ibu, tetapi sebagai "Hari Pemberdayaan Perempuan Indonesia" supaya peringatan PHBN tanggal 22 Desember tidak salah makna.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat............

Masa Pra Aksara di Indonesia



A. Pengertian Masa Pra Aksara
Pra Aksara atau Pra Sejarah atau Nirleka ( nir : tidak ada, leka : tulisan ). adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia, dengan kata lain Masa Pra aksara berarti jaman sebelum  ditemuklan tertulis /jaman sebelum manusia mengenal tulisan.Masa berakhirnya jaman pra aksara tidak sama di masing masing wilayah, misalnya di Mesir Kuno 3000 tahun sebelum masehi sudah ditemukan peninggalan tertulis berupa huruf hierogliph, sedangkan di Indonesia peninggalan tertulis tertua yang ditemukan adlah prasasti yupa peninggalan kerajaan Hindu Kutai pada abad ke 5 atau sekitar tahun 400 an Masehi.
Denagn tidak adanya peninggalan tertulis, maka sumber untuk mengungkap keberadaannya berupa peninggalan – peninggalan antara lain fosil, artefak. 
  1. Fosil, merupakan sisa sisa makhluk hidup yang telah membatu karena tertimbun dalam tanah selama berjuta tahun. Fosil bisa berupa kerangka manusia, hewan ataupun tumbuh tumbuhan.
  2. Artefak, merupakan benda benda perlengkapan hidup manusia purba yang masih tersisa, seperti : dolmen, kjoken modinger, kapak perunggu, kapak batu dll
 
Kurun waktu berlangsungnya sangat lama yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan sampai mengenal tulisan. hal ini untuk mesing – masing bangsa tidak sama untuk bangsa indonesia jaman pra aksara berakhir sekitar tahun 400 masehi atau abad ke 5.
Pembabakan / periodisasi masa pra aksara meliputi :
1.     Berdasarkan ilmu Geologi meliputi :
1.      Jaman Arkeozoikum ( ± 2500 juta tahun yang lalu )
2.      Jaman Paleozoikum ( ± 340 juta tahun )
3.      Jaman Mesozoikum ( 251 – 65 juta tahun )
4.      Jaman Neozoikum ( 60 juta tahun )
2.     Berdasarkan teknologi yang di hasilkan meliputi :
a.      Jaman Batu yang terbagi menjadi :
1.     Jaman Batu Tua ( paleolithikum )
2.     Jaman Batu Madya ( Mesolithikum )
3.     Jaman Batu Baru ( Neolithikum )
4.     Jaman Batu Besar ( Megalithikum )
b.     Jaman Logam yang terbagi menjadi :
1.     Jaman Perunggu
2.     Jaman Tembaga
3.     Jaman Besi

B. Jenis – Jenis Manusia Indonesia Yang Hidup Pada Masa Pra Aksara
1.    Megantropus paleojavanicus
diketemukan didaerah sangiran solo oleh Von Konigswald tahun 1936.
2.    Pithekantropus Mojokertensis
Ditemukan di daerah perning Mojokerto oleh Cokro Handoyo tahun 1936.
3.    Pithekantropus Erectus
Ditemukan didaerah Trinil lembah Bengawan Solo Ngawi oleh Eugine Duboise tahu 1890.
4.    Homo Soloensis
ditemukan di lembah Bengawan Solo di Ngandong oleh Ter Haar dan Ir. Openoreth tahun 1931 – 1934.
5.    Homo Wajakensis
Ditemukan di daerah Wajak Tulungagung oleh Van Reischoten tahun 1889.

Ciri – ciri Manusia Pra Aksara :
Meganthropus Palaeo Jaavanicus
Pithe Canthropus Erectus
Homo
-       Berbadan tegap dengan tonjolan di belakang kepala
-       Bertulang pipi tebal
-       Tidak berdagu
-       Gigi dan rahang besar dan kuat
-      Tinggi tubuhnya 165 – 180 cm
-      Berbadan tegap
-      Hidung lebar tidak berdagu
-      Volumea otak antara 750 cc – 1300 cc
-     Tinggi tubuh sekitar 130 – 210 cm
-     Otot kenyal, gigi dan rahang sudah menyusut
-     sudah merdagu
-     Volume otak 1000 – 1300 cc

Catatan :
  1. di Indonesia ditemukan fosil manusia purba terbanyak di dunia ini dan fosil manusia purba tertua juga ditemukan di Indonesia yang ditemukan di sekitar lembah bengawan Solo kabupaten Sragen. Sragen telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai "World Heritage" atau Warisan Dunia.
  2. Indonesia merupakan surga bagi penelitian kehidupan manusia purba, karena fosil yang ditemukan di Indonesia paling banyak jenisnya.

C. Perkembangan corak kehidupan dan peralatan yang digunakan manusia purba dibagi menjadi 4 tahap :
1.    Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
corak kehidupan :
·           Nomaden ( berpindah – pindah )
·           Kebutuhan hidup tergantung pada alam
Peralatan yang digunakan :
·           Kapak berimbas
·           Kapak penetak
·           Kapak genggam
2.    Masa Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjutan
Corak kehidupan :
·           Bertempat tinggal di gua – gua ( setengah menetap )
·           Sudah mengenal api
·           Sudah mengenal bertanam sederhana
Peralataan yang digunakan :
·           Kapak berimbas
·           Kapak penetak
·           Kapak genggam
·           Peralatan serpih
·           Peralatan dari tulang
3.    Masa bercocok tanam
Ø  Sudah mampu mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam
Ø  Sudah mampu menghasilkan makanan sendiri
Ø  Sudah mulai hidup menetapSudah mengenal sistem gotong royong
Peralatan yang digunakan :
Beliung : Kapak batu, mata anak panah, mata tombak, gerabah
Beliung persegi > batu yang sudah dihaluskan pada sisi - sisinya
4.    Masa Perundagian
Corak kehidupan pada masa perundagian
Ø  Manusia terbagi dalam kelompok – kelompok yang memiliki ketrampilan
Ø  Manusia membangun tempat pemujaan dari batu – batu besar.
Peralatan yang digunakan :
Ø  Kapak perunggu ( kapak corong, kapak sepatu ), nekara, moko, peralatan upacara manik – manik dll.

D. Sistem Kepercayaan dan Peninggalan – Peninggalan kebudayaan pada masa perundagian :
1.      Sistem kepercayaan a.l.
·      Anismisme
Yaitu kepercayaan kepada nenek moyang terhadap roh ( jiwa ) nenek moyang yaang telah meninggal dan masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia.
·      Dinamisme
Yaitu paham kepercayaan terhadap benda – benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib
·      Totemisme
Yaitu paham kepercayaaan yang menganggap suci / memiliki kekuatan supranatural roh binatang tertentu seperti harimau, sapi, ular, dan kucing.
·      Shamamisme
Yaitu paham pemujaan terhadap pelaksana upacara ritual, misal dukun / kepala suku

2.     Bentuk bangunan masa perundagian
·      Menhir
Yaitu tiang batu sebagai tugu peringatan kepada arwah nenek moyang
·      Dolmen
Yaitu meja batu tempat meletakkan sesaji
·      Peti kubur batu
Yaitu Lempengan batu besar berbentuk kotak persegi panjang sebagai peti jenasah
·      Sarkofagus
Yaitu Bangunan batu besar berbentuk seperti mangkuk sepasang sebagai peti jenasah
·      Patung nenek moyang
yaitu bangunan berbentuk arca bagian kepala sebagai lambang nenek moyang
·      Punden berundah
Yaitu Susunan batu bertingkat menyerupai candi sebagai upacara pemujaan
·      Waruga
yaitu Peti kubur batu berukuran kecil berbentuk kubus dan memiliki tutup dari lempengan batu lebar

E. Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Penduduk yang berasal dari daratan Asia terutama dari Yunan atau lembah sungai Nekong ( cina ) dan lembah sungai Salwen ( India ) inilah yang di sebut sebagai asal mula nenek moyang Bangsa Indonesia.
Nenek moyang bangsa Indonesia yang menetap di  Nusantara disebut suku bangsa Melayu Indonesia dari rumpun bagsa Indonesia, kemudian berdasarkan proses menetapnya dibedakan menjadi dua yaitu bangsa melayu Tua ( proto melayu ) dan bangsa melayu muda ( deutro melayu ).

Kamis, 17 Oktober 2013

PROSES TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL DAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA




A.    Pengaruh  Pendidikan Barat Dan  Pendidikan  Islam Terhadap  Munculnya  Nasionalisme  Indonesia
1.      Pengaruh politik etis terhadap lahirnya golongan terpelajar,
Di bab depan telah kita bahas, bahwa salah satu kebijakan pemerintah kolonial yang pernah dilakukan di negri kita adalah pelaksanaan politik etis atau politik balas budi yang dicetuskan oleh Conrad Theodore Van Deventer dengan triloginya, yaitu :
a.       irigasi
b.      imigrasi
c.       edukasi
Walaupun politik etis tidak sepenuh hati dilaksanakan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan bangsa Indonesia, karena disesuaikan dengan kepentingan pemerintah penjajah namun pelaksanaan politik etis di Indonesia membawa beberapa dampak penting, utamanya yang akan kita bahas adalah bidang edukasi atau pendidikan..
Dalam pelaksanaan politik  etis bidang pendidikan dilaksanakan bukan untuk kepentingan mencedrdaskan kehidupan bangsa Indonesia, melainkan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga tenaga terdidik untuk dipekerjakan dibidang administrasi murahan.. Dengan program edukasinya akhirnya pemerintah  kolonial belanda banyak, mendirikan sekolah sekolah antara lain :
1.      Volks School (SR 3 tahun)
2.      Vervolg School ( SR sambungan 3 + 2 tahun )
3.      H I S ( Hollands Inlandsche School, 0 – 6 tahun )
4.      M U L O ( sekolah menengah  )
5.      A M S ( sekolah  menengah  atas )
6.      O S V I A  (sekolah Pamong Praja)
7.      S T O V I A  ( sekolah kedokteran )
8.      R H S ( sekolah hokum)
9.      T H S ( sekolah tehnik)
Dengan  banyak berdirinya sekolah sekolah untuk golongan pribumi, maka secara perlahan tapi pasti mulailah muncul bibit bibit kaum terpelajar di Indonesia yang makin lama makin banyak jumlahnya, hal ini merupakan salah satu dampak positif pelaksanaan politik etis. Karena dengan munculnya golongan terpelajar inilah yang nanti mejadi motor penggerak  lahir dan tumbuhnya kesadaran nasiomal di Indonesia.

2.      Peranan Pendidikan Islam Terhadap Munculnya Nasionalisme Indonesia
Selain peran pendidikan barat, lahirnya kesadaran nasional juga tidak lepas dari peran pendidikan Islam, sebagaimana kita tahu bahwa salah satu saluran islamisasi yang dilakukan di Indonesia adalah melalui kegiatan pendidikan di pondok pondok pesantren. Pendidikan ini memiliki tradisi yang panjang dan lahir sebelum keberadaan pemerintah kolonial Belanda menyelenggarakan penndidikan model barat.Santrri santri jebolan pondok pesantren banyak yang berhasil menjadi tokoh masyarakat dan memiliki pemikiran yang maju akan pentingnya pendidikan bagi generasi penerusnya.Apalagi diantara mereka banyak yang berhasil menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah yang menyebabkan mereka akhirnya bergaul dengan umat islam diseluruh dunia, Melalui pertemuan,pergaulan dan pertukaran pengetahuan alkhirnya mereka menyadari keberadaan bangsanya yang masih terbelenggu oleh penjajahan Belanda. Kesadaran inilah yang akhirnya mereka dengung dengungkan setiba ditanah air.

3.      Peranan Golongan Terpelajar Dalam Pergerakan Kebangsaan Indonesia
Tumbuhnya golongan terpelajar sebagai akibat dari perkembangan pendidikan baik yang bercorak barat maupun islam akhirnya membangkitkan suatu kekuatan baru dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dari pendidikan yang mereka dapat itulah  mereka akhirnya dapat menemukan kesalahan dalam perjuangan bangsanya dalam mengusir penjajah,  yaitu :
1.  tidak adanya ikatan persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah, karena mereka berjuang untuk kepentingan daerahnya sendiri-sendiri.
2.  perjuangan yang dilakukan terlalu bergantung pada seorang pemimpin, tidak ada regenerasi
3.      perjuangan yang dilakukan tidak terorganissir dengan baik
4.      perjuangan yang dilakukan tidak memiliki tujuan yang jelas
Belajar dari kesalahan masa lampau, akhirnya timbullah kesadaran untuk membentuk orgasisasi perjuangan yang teratur agar tujuan  perjuangan dapat segera terwujud.
Tumbuh dan berkembangnya kesadaran nasional Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
1.      Faktor dari dalam negeri :
    1. lahirnya golongan terpelajar/cerdik pandai
    2. timbulnya perasaan senasib sepenanggungan akibat penjajahan
    3. timbulnya kesadaran pentingnya persatuan dan kesatuan
    4. timbulnya dorongan untuk mengembalikan kejayaan bangsa dimasa lalu, seperti dulu masa sriwijaya dan Majapahit
2.      Faktor dari Luar negeri :
    1. kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905, yang membangkitkan semangat bangsa Asia melawan bangsa Eropa
    2. Masuknya paham paham baru. misalnya paham demokrasi dan liberalisme
    3. Munculnya pergerakan nasional diberbagai negara di kawasan Asia.
Semua faktor yang tersebut diatas telah mendorong kaum terpelajar untuk berjuang mengusir penjajah. Mereka akhirnya menyadari bahwa perjuangan untuk memajukan dan memerdekakan bangsa Indonesia harus dilakukan dengan mempergunakan organisasi yang bersifat modern, baik pendidikan,perjuangan politik, perjuangan ekonomi maupun sosial budaya.

B.     Perkembangan Pergerakan Nasional di Indonesia
1.      Organisasi organisasi yang berdiri pada masa pergerakan Nasional
Organisasi yang berdiri pada masa pergerakan nasional dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.       Organisasi yang berdiri pada masa awal pergerakan nasional
b.      Organisasi yang berdiri pada masa Radikal  (non cooperation)
c.       Organisasi yang berdiri pada masa moderat (cooperation)

Organisasi yang berdiri pada masa awal pergerakan nasional adalah :
Ø  BUDI   UTOMO ( B  U  )
Organisasi ini berdiri pada tanggal 20 Mei1908, didirikan oleh beberapa mahasiswa STOVIA di Jakarta, antara lain Dr. Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Budi Utomo didirikan dengan tujuan :
“Mencapai kemjuan dan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan” Karena merupakan organisasi modern yang pertama kali lahir, maka  Budi Utomo dipandang sebagai pelopor pergerakan nasional, oleh karena itu berdirinya budi Utomo tanggal 20 Mei oleh bangsa Indonesia dipeeringati sebagai “Hari Kebangkitan Nasional”.

Ø  SAREKAT  ISLAM (  S I  )
Pada awal berdirinya, organisasi ini bernama “Sarekat Dagang Islam”, didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1911 dengan tujuan :
1.      memajukan perdagangan Indonesia dibawah panji panji Islam
2.      mengadakan persaingan dengan pedagang pedagang China
Karena sifatnya yang merakyat dan pertumbuhannya yang amat pesat, maka atas usul HOS Cokroaminoto pada tahun 1912 Sarekat Dagang Islam namanya diubah menjadi “Sarekat Islam”. Organisasi Sarekat Islam memiliki tujuan :
1.      mengembangkan jiwa dagang
2.      membantu anggota yang mengalami kesulitan dalam berusaha
3.      memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat
4.      memperbaiki pendapat pendapat yang keliru mengenai agama islam
5.      hidup menurut perintah agama islam
Sarekat Islam dalam waktu relative singkat berhasil menjadi organisasi masa terbesar di Indonesia saat itu dengan jumlah anggota 800.000 orang yang tersebar dalam 90 Sarekai Islam lokal diseluruh Indonesia.
Kehadiran Sarekat Islam ditengah tengah alam penjajahan menimbulkan kekawatiran yang besar bagi Belanda, untuk menghambat Sarekat Islam Belanda senantiasa memantai gerak langkah Sarekat Islam.
Tokoh tokoh Sarekat Islam yang terkenal adalah HOS Cokroaminoto dan Abdul Muis.Dalam perkembangannya, akibat taktik infiltrasi yang dilakukan oleh Parat Komunis Indonesia (PKI), pada tahun 1917 Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu :
1.      Sarekat Islam Putih (SI Putih), yaitu Sarekat Islam yang tetap nerlandaskan pada asas perjuangan semula, dipimpin oleh HOS Cokroaminoto, Abdul Muis dan H. Agus Salim.
2.      Sarekat Islam Merah (SI Merah), yaitu Sarekat Islam yang telah terpengaruh oleh paham komunis, dipimpin oleh Semaun, Darsono dan Alimin


Ø  INDISCHE PARJIJ  (  I P  )
                  Indische Parjij berdiri pada tanggal 25 Desember 1912, oleh tokoh “Tiga Serangkai”, yaitu :
1.      Suwardi Suryaningrat (Kihajar Dewantara)                    
2.      Douwes Dekker (dr.Danudirja Setiabudi)
3.      dr.Tjipto Mangunkusumo

Tujuan dari Indische Partij adalah :
1.      menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan semua golongan
2.      memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nasional
3.      mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka
Indische Partij dianggap sebagai “organiasi politik” yang pertama kali berdiri karena organisasi inilah yang pertama kali dengan tegas menyatakan cita citanya mencapai Indonesia merdeka.
Pada tanggal 11 Maret 1913 Indische Partij dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah Belanda, karena dianggap membahayakan kepentingan penjajah dan juga karena Belanda merasa malu dengan sindiran Suwardi Suryaningrat yang tertuang dalam tulisan “ALS IKEENS NEDERLANDER WAS” yang berarti “ANDAIKAN AKU SEORANG BELANDA’. Ketiga tokoh tiga serangkai dijatuhi hukuman buang ke negri Belanda dan sejak itu Indische Partij mundur.

Organisasi yang berdiri pada masa  radikal (non cooperation) adalah :

Ø  PERHIMPUNAN   INDONESIA (  P I  )
Organisasi Perhimpunan Indonesia didirikan oleh para pemuda Indonesia yang sedang belajar di negri Belanda pada tahun 1908, semula bernama INDISCHE VERENIGING, tujuannya semula adalah “membantu kepentingan para pemuda dan pelajar Indonesia yang ada di negri  Belanda.” Pada tahun 1922 nama Indische Vereniging diubah menjadi “INDONESISCHE VERENIGING”, yang diikuti pula dengan perubahan tujuan  organisasi  menjadi bersifat politik yaitu “menuntut kemerdekaan bagi Indonesia”.
Pada tahun 1924 nama Indonesische Vereniging kembali mengalami perubahan menjadi “PERHIMPUNAN INDONESIA’ dengan tujuan “berjuang untuk memperoleh suatu pemerintahan di Indonesia yang hanya bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia”.
Tokoh tokoh Perhimpunan Indonesia yang terkenal antara lain adalah :
1.      Drs. Moh Hatta                                                      
2.      Nazir Datuk Pamuncak
3.      Abdul Madjid Djoyoadiningrat
4.      Ali Sastroamijoyo
5.      Gunawan Mangunkusumo
6.      Iwa Kusuma Sumantri 


PENTING

                   Pada tahun 1925 PI mengeluarkan manifesto politik yang berisi tentang tuntutan Indonesia merdeka, wilayah   yang merdeka dan pemberlakuan hukum adat serta menentang hukum kolonial
Para pemimpin Perhimpunan Indonesia menyatakan bahwa organisasinya merupakan organisasi pergerakan nasional. Merekalah yang akan memainkan peran penting sebagai agen pengubah masyarakat dari masyarakat terjajah menjadi masyarakat yang merdeka, bebas dan pintar. Hal ini menunjukkan bahwa Perhimpunan Indonesia sebagai”MANIFESTO POLITIK”
                                                                                                    
Karena sepak terjangnya yangsangat keras menentang Belanda, maka keempat tokoh Perhimpunan Indonesia ditangkap dan dituntut dimuka pengadilan di Den Haag pada tahun 1928, namun karena tidak terbukti bersalah akhirnya mereka dibeaskan.Sejak saat itu segala kegiatan PerhimpunanIndonesia diawasi secara ketat.

Ø  PARTAI KOMUNIS  INDONESIA (  P K I  )
          Pada awalnya Partai Komunis Indonesia bernama “INDISCHE SOCIAL DEMOCRATISHE VERENIGING’ ( ISDV ) , berdiri pada tanggal 9 Mei 1914. Pada tanggal 23 Mei 1920 namanya diubah menjadi  PARTAI KOMUNIS  HINDIA, dan baru pada bulan Desember 1920 namanya diubah lagi menjadi  PARTAI  KOMUNIS  INDONESIA. Tokoh tokoh PKI antara lain adalah Semaun, Alimin dan Darsono.
Tujuan PKI adalah “melaksanakan garis politik yang ditetapkan komunisme internasional(komintern) dengan cara mengusir penjajah Belanda dan mendirikan Negara komunis Indonesia”
PKI  dalam perjuangannya menggunakan taktik infiltrasi, yaitu dengan cara menyusup kedalam organisasi lain, diantaranya adalah kedalam tubuh Sarekat Islam, hingga akhirnya Sarekat Islam pecah menjadi dua..

Ø  PARTAI  NASIONAL  INDONESIA (  P N I  )
Partai Nasional Indonesia berdiri pada tanggal 4 Juli 1927 dikota Bandung. Tokoh tokoh PNI yang terkenal adalah Ir. Sukarno. Maskun, Supriadinata,dan Gatot Mangkupraja.
Tujuan PNI adalah “Mencapai Indonesoa merdeka yang dilakukan atas usaha sendiri”. Hasil hasil Pergerakan Partai Nasional Indonesia antara lain adalah
1.      Makin kuatnya kesadaran Nasional
2.      Membentuk Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)
3.      mendirikan kursus kursus, sekolah, bank. Koperasi dan rumah sakit
4.      bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia menggelorakan anti imperialis
5.      Ir. Sukarno memiliki pengaruh yang meluas dikalangan masyarakat.
Ir. Sukarno dalam sidang Pengadilan di Bandung denganPembelaannya “Indonesia Menggugat
Pada tahun 1929 pemimpin PNI ditangkap, karena semakin meningkatnya nasionalisme dan radikalisme dianggap sebagai persiapan untuk melakukan pembrontakan. Didepan sidang kolonial, Ir Sukarno mengemukakan pembelaannya yang terkenal dengan judul “INDONESIA MENGGUGAT’, namun walaupun pengadilan tidak dapat membuktikan kebenaran atas tuduhannya, Ir Sukarno dan tokoh-tokoh PNI lainnya tetap dijatuhi hukuman penjara. PNI bubar pada tahun 1931 karena para pemimpinnya tidak dapat melanjutkan perjuangannya.


Organisasi Yang  Berdiri Pada Masa Moderat (Cooperativ) adalah :

Ø  PARTAI   INDONESIA  RAYA (PARINDRA)
Parindra berdiri pada tanggal 26 Desember 1935 di kota Solo, Parindra merupakan fusi (gabungan) antara Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI).
Tokoh tokoh Parindra adalah dr. Sutomo, Moh. Husni Tamrin, R Panji Suroso, R. Sukarji Wiryopranoto, Mr Susanto. Taktik dan asas perjuangannya adalah kooperatif.
Tujuan Parindra adalah “ Mencapai Rindonesia Raya” dengan jalan :
1.      memperkokoh persatuan dan kesatuam bangsa
2.      menjalankan aksi polotok untuk mencapai pemerintahan yang demokratis
3.      memajukan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.

Ø  GERAKAN RAKYAT INDONESIA (  GERINDO  )
Gerindo berdiri pada tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta.
Tujuan Gerindo adalah :
1.      mencapai Indonesia merdeka
2.      memperkokoh ekonomi Indonesia
3.      mengangkat kesejahteraan kaum buruh
4.      memberi bantuan bagi para pengangguran
Keanggotaan Gerindo terbuka untuk umum, dan menerima seluruh lapisan masyarakat baik itu orang pribumi, china, arab maupun Eropa.
Tokoh tokoh Gerindo  yang terkenal adalah Drs. AK Ghani, Mr. Sartono, Mr.Muhammad Yamin, R Wilopo, Amir Syarifudin.


Ø  GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI )
Gabungan politik Indonesia (GAPI) adalah organisasi yang berdiri dengan latar belakang penolakan “Petisi Sutarjo” oleh pemerintah Belanda. Petisi Sutarjo adalah petisi yang berisi tuntutan kepada pemerintah Belanda agar Indonesia diberi pemerintahan sendiri, alas an pemerintah Belanda menolak petisi tersebut adalah  Indonesia belum tiba waktunya untuk  memiliki pemerintahan sendiri.
GAPI berdiri tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta dan merupakan fusi dari Parindra, Gerindo,Pasundan,Persatuan Minahasa, Partai Sarekat Islam Indonesia dan PNI baru. Tokoh tokoh GAPI yang terkenal adalah Moh.Husni Tamrin,Amir Syarifudin dan Abikusno.
Hal hal yang diperjuangkan GAPI antara lain adalah :
1.      memperjuangkan pemakaian bahasa Indonesia dalam sidang Volksraad
2.      penghapusan diskriminasi
3.      perubahan kata inlander menjadi orang Indonesia

2.      Sumpah Pemuda dan Pengaruhnya Terhadap Perjuangan Indonesia Merdeka
Ketika Budi Utomo terbentuk pada tanggal 20 Mei 1908, organisasi ini dipandang sebagai organisasi yang mampu menjadi wadah aspirasi para pemuda. Namun setelah terselenggaranya Konggres Budi Utomo yang I, peranan para pemuda didalamnya justru melemah, hal ini karena dalam kepengurusan Budi Utomo banyak didominasi oleh para pegawai negri dan pensiunan.

Pada tahun 1915, berdirilah sebuah organisasi kepemudaan yang bernama TRI KORO DARMO,yang memiliki tujuan :
1.      menjalin persatuan diantara para siswa sekolah menengah dan kejuruan
2.      memperluas pengetahuan umum bagi para anggotanya
3.      membangkitkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya sendiri
Keanggotaan Tri  Koro Darmo adalah para pemuda yang berasal dari Jawa, Madura, Sunda, Bali dan Lombok. Nama Tri Koro Darmo akhirnya berubah menjadi “Jong Java”. Kelahiran Jong Java akhirnya disusul dengan kelahiran organisasi organisasi kepemudaan di daerah lainnya, antara lain  Jong Islamienten Bond, Jong Cilebes, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Batak dll.
Gambar  pengurus jong Islamienten Bond                                       
PENTING

Tri Koro Darmo berarti Tiga Tujuan Mulia, yaitu Sakti, Budi dan Bakti. Trokoro Darmo dipimpin oleh R. Satiman Wiryosanjoyo
 
      
Sejak tahun 1926 mulai terlihat adanya kecenderungan penyatuan organisasi organisasi pemuda yang telah ada, disamping itu mereka juga mulai memasuki kegiatan politik nasional, hal ini disebabkan karena semakin tebalnya jiwa kebangsaan bagi pemuda. Gejala ini ditandai dengan lahirnya beberapa organisasi pemuda yang bersifat nasional dan langsung memasuki gelanggang  politik, yaitu :
1.      Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), yang bertujuan “ menggalang persatuan dari  seluruh organisasi pemuda untuk berjuang bersama sama melawan penjajah Belanda”. PPPI berfikir bahwa tujuannya akan tercapai apabila sifat kedaerahan dihilangkan.
2.      Pemuda Indonesia (PI), yang bertujuan “ memperkuat dan memperluas ide kesatuan nasional Indonesia” PI berfikir bahwa tujuannya akan tercapai dengan jalan mendirikan organisasi organisasi kepanduan dan mengadakan kerjasama dengan organisasi yang lain.

PPPI dan PI adalah dua organisasi pemuda yang mempelopori diselenggarakannya KONGGRES PEMUDA I dan KONGGRES PEMUDA II.




KONGGRES PEMUDA I
Diselenggarakan pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926, di Jakarta, dan diketuai oleh Muhammad Tabrani dengan dihadiri beberapa tokoh pemuda, dengan dua keputusan penting, yaitu :
1.      semua perkumpulan pemuda bersatu dalam wadah organisasi “Pemuda Indonesia”
2.      mempersiapkan pelaksanaan Konggres Pemuda II

Seusai Konggres Pemuda I, para pemuda semakin menyadari bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia hanya akan dicapai melelui.ersatuan. Pada tahun 1928 alam pikiran pemuda Indonesia sudah mulai dipenuhi oleh jiwa persatuan, rasa bangga dan rasa memiliki cita cita yang tinggi, yaitu Indonesia merdeka

KONGGRES   PEMUDA  II
Diselenggarakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya no 106 di gedung “Indonesische Clubgebouw” dan diketuai oleh Sugondo Joyo Puspito dengan dihadiri oleh :
1.      Wakil wakil dari organisasi pemuda
2.      Wakil wakil dari partai Budi Utomo (BU), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Partai Sarekat Islam (PSI)
3.      Pejabat pejabat kolonial Hindia Belanda

Tujuan diselenggarakannya Konggres Pemuda II adalah :
1.      hendak melahirkan cita cita semua perkumpulan  pemuda Indonesia
2.      membicarakan masalah masalah tentang pergerakan pemuda Indonesia
3.      memperkuat perasaan kebangsaan Indonesia dan memperteguh persatuan Indonesia

Keputusan penting Konggres Pemuda II adalah :
1.      di ikrarkannya Sumpah Pemuda
2.      semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama “Indonesia  Muda”
                                          
PENTING

Dalam konggres Pemuda II, sebelum dikrarkannya Sumpah Pemuda, telah diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya WR Supratman, yang nanti menjadi lagu kebangsaan Indonesia
                         
                                                                                           
3.      Peranan   Pers  Dan  Perana  Wanita Dalam  Pergerakan Nasional
1.      Peranan   Pers Dalam  Pergerakan  Nasional
Sebelum munculnya Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, hamper diseluruh kota besar di Indonesia telah memiliki surat kabar sendiri yang pada umumnya berbahasa melayu, misalnya :
1.      Pewarta Surabaya, Pemberitaan Betawi, Sinar Jawa dan Benteng Pagi di pulau Jawa
2.      Pemberitaan Aceh, Cahaya Sumatra, Sinar Sumatra di pulau Sumatra
3.      Pewarta Borneo di pulau Kalimantan
4.      Pewarta Menado di pulau Sulawesi
Perkembangan pers di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari penjajahan Belanda, tentunya pada saat itu belum ada kebebasan pers, setiap pembertitaan yang bersifat menentang pemerintah kolonial  Belanda penerbitannya langsung dilarang dan pemimpinnya ditangkap. Para pemimpin Indonesia yang juga sekaligus pemimpin surat kabar, dalam usaha memasyarakatkan cita cita kemerdekaan nasional terpaksa harus keluar masuk penjara karena dianggap telah melakukan kejahatan pers.
Walaupun mendapat pengawasan yang. super ketat dari pemerintah Belanda, namun pers nasional terus berkembang sejalan dengan berkobarnya semangat kebangkitan nasional sebagai penyebar cita cita kemerdekaan,Beberapa Pers yang terbit dibawah pimpinan para tokoh perintis  pejuang kemerdekaan antara lain :
1.      De Express, dibawah pimpinan dr. Ciptomangunkusumo
2.      Suara Umum, dibawah pimpinan Tohir Cindarbumi
3.      Benih Merdeka, dibawah pimpinan Moh.Yunus dan O K  Ozir
4.      Oetoesan Indonesia dibawah pimpinan HOS Ckroaminoto

Selain itu ada pula surat kabar yang khusus membawa buah pikiran Ir Sukarno dan Drs. Moh Hatta, yaitu :
1.      Pikiran Rakyat
2.      Serikat Indonersia Muda
3.      Daulat Rakyat
4.      Penyebar Semangat
Diantara majalah majalah atau pers yang terbit, yang memiliki pengaruh sangat besar dalam pergerakan Nasional adalah “Indonesia Merdeka” yang diterbitklan oleh Perhimpunan Indonesia di negri Belanda. Majalah ini ditulis dalam bahasa Belanda dan bahasa Melayu.
Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa peran pers dalam pergerakan nasional adalah “ sebagai penyeru agar rakyat Indonesia bangkit dan bersatu padu untuk menghadapi imperialisme, kolonialisme dan kapitalisme Belanda.

2.      Peranan Wanita  Dalam   Pergerakan  Nasional

Selain gerakan sosial, kebudayaan dan politik, pergerakan nasional juga ditandai dengan bangkitnya wanita Indonesia untuk turut serta aktif menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Gerakan Wanita Indonesia ini pada dasarnya tujuannya adalah untuk “mengangkat harkat dan derajat wanita Indonesia dari belenggu penjajahan dan adat istiadat yang kolot”. Tokoh tokoh pergerakan Nasional  dari kalangan wanita di Indonesia menghendaki adanya emansipasi. Tokoh yang dianggap sebagai perintis gerakan wanita di Indonesia adalah R A  Kartini  dan R 
                                     
 
Perkumpulan wanita yang  muncul pada masa pergerakan nasional adalah :
1.      Perkumpulan Kartini Found di Semarang
2.      Putri Mardika di Semarang
3.      Maju Kemuliaan di Bnadung
4.      Wanita Rukun Sentosa di Malang
5.      Budi Wanita di Solo
6.      Kerajinan Amal Setia di Kota Gadang
7.      Serikat Kaum Ibu Sumatra di Bukit Tinggi

Perkumpulan-perkumpulan wanita inilah yang nanti memprakarsai diselenggarakannya Konggres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 dengan keputusan “membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI)”.
Sejak terjadinya Konggres Wanita itulah, kesadaran wanita Indonesia untuk meningkatkan martabatnya menjadi semakin besar dan mereka juga terus ikut berjuang untuk mencapai Indonesia Merdeka. Sampai sekarang hari bersejarah terselenggaranya Konggres Wanita di Indonesia kita peringati sebagai  “Hari Ibu”.